Kau dan aku bukanlah sepasang pengantin
dengan sepasang cincin di jari manis. Kita tidak sedekat itu. Bukan pula sepatu
dengan talinya yang saling melengkapi dalam tiap langkah. Kita adalah bagian
dari peluh dunia yang mencoba berusaha menggapai surga. Kau adalah keluarga dan
aku adalah bagian yang bahagia karena bisa bersama.
G. FMIPA. Dia bukanlah sebuah
medan perang. Seperti kau yang bukan bentuk pemberontakan. Kau dan aku hanya
tidak ingin menjadi bagian dari kelompok yang berteriak “Lalu aku harus apa?”
kepada G dengan berbagai kepala di dalamnya. Kepada FMIPA yang mungkin bagai
ladang dengan beberapa pintu bertuliskan menuju surga di atasnya. Ya. Kita
adalah bagian dari peluh dunia yang mencoba berusaha menggapai surga.
G. FMIPA. Dia adalah lukisan
besar nan indah penuh warna. Disana kau dan aku bisa bergandeng mesra lewat
getar bernama dakwah. Di G, meski sejenak, tapi hembus napas kita pernah
singgah dalam pelayaran bertemakan kehidupan FMIPA. Maka daya apa yang kita
punya selain melukiskan cinta di raut wajah G yang semakin menua. Melukiskan
cinta dengan warna yang membuat kau dan aku mensyukuri nikmat-Nya.
Terakhir. Ingin kuhampiri kau
dan kubisikkan sedikit kata, “Alhamdulillah, kita masih bersama. Kau dan aku
harus semangat, karena cinta Allah itu luar biasa.”
~~~
Kemarin sore saat SLP
(Serum-G Leadership Program) day 1, salah satu tulisan aku di bacain nih. Jadi
pengen share ^^. Komentar aku sendiri tentang tulisan pertama yang pernah di
baca di umum adalah belum fokus. Yup, amatir seperti aku ini belum punya titik
fokus dalam menulis. Semoga kedepannya makin baik lagi dalam dunia tulis
menulis. ^^
Wassalamu'alaikum ..
Sumber Gambar : eric-casper deviantart
