Peluh yang membuat rasa lapar telah tiada. Peluh yang
membuat kebodohan tak kurasa. Peluh yang dirasakan olehnya, matahari. Peluh
yang pernah menjadi luka, meneteskan air mata. Melihat matahari terluka sudah
tak kuasa, apalagi nanti ketika melihat Allah memanggilnya. Sabar tetap
dasarnya dan doa adalah caranya. Aku dan matahari tak seperti bunga dan
madunya. Tak seramah itu. Namun aku dan matahari seperti bunga dan akarnya,
mendukung menguatkan meskipun satu tertutup lainnya. Namun, matahariku bernilai
lebih permata dari peluhnya. Ya Allah, jaga matahariku sampai ke surga tanpa
menghampiri neraka. Sebuah doa kecil untuk matahari karena peluh membuatnya
menjadi kepala keluarga dengan tempat istimewa.
Wassalamu'alaikum..
Sumber gambar : eilidh.deviantart

Tidak ada komentar:
Posting Komentar