Selasa, 24 Maret 2015

Peluh matahari

Assalamu'alaikum..


Peluh yang membuat rasa lapar telah tiada. Peluh yang membuat kebodohan tak kurasa. Peluh yang dirasakan olehnya, matahari. Peluh yang pernah menjadi luka, meneteskan air mata. Melihat matahari terluka sudah tak kuasa, apalagi nanti ketika melihat Allah memanggilnya. Sabar tetap dasarnya dan doa adalah caranya. Aku dan matahari tak seperti bunga dan madunya. Tak seramah itu. Namun aku dan matahari seperti bunga dan akarnya, mendukung menguatkan meskipun satu tertutup lainnya. Namun, matahariku bernilai lebih permata dari peluhnya. Ya Allah, jaga matahariku sampai ke surga tanpa menghampiri neraka. Sebuah doa kecil untuk matahari karena peluh membuatnya menjadi kepala keluarga dengan tempat istimewa.

Wassalamu'alaikum..

Sumber gambar : eilidh.deviantart

Tidak ada komentar:

Posting Komentar